My life in Memory Sites

Just another WordPress.com weblog

Archive for February, 2008

Pusiiiiiiiiing!!!!!!!!!!!!!

Posted by novysweeety on February 22, 2008

Knpa sih harus pusing!!!!!!!!!!!!???????????

Gak tahu deh belakangan ini aq ngerasa pusing banget,entah karena penyakit atau yang lain.Yang pasti hari ini capek banget rasanya,bukan hanya badan ini tapi pikiran dan juga hatiq ngerasa ada hal yg tidak bisa aq perbuat…….

Entahlah knpa teman-temanq smuanya aneh2,ada yang marah tanpa sebab….ada yang sakit tpi ngerasa gak,ada juga yang selalu buat aq pengen ketawa,marah,…..wah pokoknya smuanya pada gak nyambung hari ini,tapi ya itulah manusia gak ada yg tahu kapan mereka harus jalani hidup ke depan,karena hanya Allah swt yang Maha Mengetahui…..Jadi bagaimanapun kita harus mnerima smua dengan keikhlasan dan kesabaran……..so buat kalian yang ngerasa aneh dengan pendapatq silahkan mmberi kritik dan saran ya?

thank’s ………

Posted in THIS ME | 1 Comment »

Sejarah kota Bangkalan Madura

Posted by novysweeety on February 22, 2008

Bangkalan, Radar.-

Bangkalan dulunya lebih dikenal dengan sebutan Madura barat. Penyebutan ini, mungkin lebih ditekankan pada alasan geografis. Soalnya, Kabupaten Bangkalan memang terletak di ujung barat Pulau Madura. Dan, sejak dulu, Pulau Madura memang sudah terbagi-bagi. Bahkan, tiap bagian memiliki sejarah dan legenda sendiri-sendiri. Berikut laporan wartawan Radar Madura di Bangkalan, Risang Bima Wijaya secara bersambung.

Menurut legenda, sejarah Madura barat bermula dari munculnya seorang raja dari Gili Mandangin (sebuah pulau kecil di selat Madura) atau lebih tepatnya di daerah Sampang. Nama raja tersebut adalah Lembu Peteng, yang masih merupakan putra Majapahit hasil perkawinan dengan putri Islam asal Campa. Lembu Peteng juga seorang santri Sunan Ampel. Dan, Lembu Peteng-lah yang dikenal sebagai penguasa Islam pertama di Madura Barat.

Namun dalam perkembangan sejarahnya, ternyata diketahui bahwa sebelum Islam, Madura pernah diperintah oleh penguasa non muslim, yang merupakan yang berasal dari kerajaan Singasari dan Majapahit. Hal ini diperkuat dengan adanya pernyataan Tome Pires (1944 : 227) yang mengatakan, pada permulaan dasawarsa abad 16, raja Madura belum masuk Islam. Dan dia adalah seorang bangsawan mantu Gusti Pate dari Majapahit.

Pernyataan itu diperkuat dengan adanya temuan – temuan arkeologis, baik yang bernafaskan Hindu dan Bhudda. Temuan tersebut ditemukan di Desa Kemoning, berupa sebuah lingga yang memuat inskripsi. Sayangnya, tidak semua baris kalimat dapat terbaca. Dari tujuh baris yang terdapat di lingga tersebut, pada baris pertama tertulis, I Caka 1301 (1379 M), dan baris terakhir tertulis, Cadra Sengala Lombo, Nagara Gata Bhuwana Agong (Nagara: 1, Gata: 5, Bhuwana: 1, Agong: 1) bila dibaca dari belakang, dapat diangkakan menjadi 1151 Caka 1229 M.

Temuan lainnya berupa fragmen bangunan kuno, yang merupakan situs candi. Oleh masyarakat setempat dianggap reruntuhan kerajaan kecil. Juga ditemukan reruntuhan gua yang dikenal masyarakat dengan nama Somor Dhaksan, lengkap dengan candhra sengkala memet bergambar dua ekor kuda mengapit raksasa.

Berangkat dari berbagai temuan itulah, diperoleh gambaran bahwa antara tahun 1105 M sampai 1379 M atau setidaknya masa periode Singasari dan Majapahit akhir, terdapat adanya pengaruh Hindu dan Bhudda di Madura barat.

Sementara temuan arkeologis yang menyatakan masa klasik Bangkalan, ditemukan di Desa Patengteng, Kecamatan Modung, berupa sebuah arca Siwa dan sebuah arca laki-laki. Sedang di Desa Dlamba Daja dan Desa Rongderin, Kecamatan Tanah Merah, terdapat beberapa arca, di antaranya adalah arca Dhayani Budha.

Temuan lainnya berupa dua buah arca ditemukan di Desa Sukolilo Barat Kecamatan Labang. Dua buah arca Siwa lainnya ditemukan di pusat kota Bangkalan. Sementara di Desa Tanjung Anyar Bangkalan ditemukan bekas Gapura, pintu masuk kraton kuno yang berbahan bata merah.

Di samping itu, berbagai temuan yang berbau Siwais juga ditemukan di makam-makam raja Islam yang terdapat di Kecamatan Arosbaya. Arosbaya ini pernah menjadi pusat pemerintahan di Bangkalan. Misalnya pada makam Oggo Kusumo, Syarif Abdurrachman atau Musyarif (Syech Husen). Pada jarak sekitar 200 meter dari makam tersebut ditemukan arca Ganesha dan arca Bhirawa berukuran besar.

Demikian pula dengan temuan arkeologis yang di kompleks Makam Agung Panembahan Lemah Duwur, ditemukan sebuah fragmen makam berupa belalai dari batu andesit.

Dengan temuan-temuan benda kuno yang bernafaskan Siwais di makam-makam Islam di daerah Arosbaya itu, memberi petunjuk bahwa Arosbaya pernah menjadi wilayah perkembangan budaya Hindu. Penemuan benda berbau Hindu pada situs-situs Islam tersebut menandakan adanya konsinyuitas antara kesucian. Artinya, mandala Hindu dipilih untuk membangun arsitektur Islam.

Arosbaya merupakan pusat perkembangan kebudayaan Hindu di Madura Barat (Bangakalan) semakin kuat dengan adanmya temuan berupa bekas pelabuhan yang arsitekturnya bernafaskan Hindu, dan berbentuk layaknya sebuah pelabuhan Cina. (Risang Bima Wijaya)

Posted in THIS ME | Leave a Comment »

Persahabatan dalam islam

Posted by novysweeety on February 21, 2008

Firman Allah swt, 

“Dan berilah peringatan, kerana peringatan itu amat bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”

Persahabatan Jejaka dan Wanita

(“Kalaulah dia menjadi pendamping dalam hidupku”)

Sahabat mempunyai kedudukan yang begitu khusus dalam hati seseorang. Apa masalahnya apabila seseorang itu bersahabat dengan lawan jenisnya? Bolehkah kita bersahabat dengan jejaka atau sebaliknya.

Apabila berlaku persahabatan antara lelaki dan wanita sesungguhnya tidak akan ada jaminan hubungan ini benar-benar tulus dan murni. Sekurang-kurangnya, pasti ada harapan dan rasa memiliki. Tidak kira pada si jejaka atau wanita atau kedua-duanya sekali. Mesti ada kemungkinan walaupun pada kadar yang sedikit. Hubungan seumpama ini mempunyai batas atau dinding yang teramat nipis. Terlalu sukar dan rumit untuk membezakan adakah hubungan ini benar-benar sekadar persahabatan atau sudah mula menjurus kepada saling mencintai yang mengharapkan wujudnya hubungan hati dan fizikal. Suatu yang amat sukar dihindari untuk suka yang lebih dari sekadar sahabat. Maka mulalah si jejaka atau wanita itu mengangan-angankan “Kalaulah dia menjadi pendamping dalam hidupku”. Ketika itu sesungguhnya “tazyin syaitan” telah berjaya memainkan peranannya. Bisikan indah dari musuh utama dan pertama (syaitan) telah merempuh masuk ke dalam hati yang telah sedia ada dalam keadaan lemah dan longgar pertahanannya

Berhentikan Proses Seterusnya!

(saling rindu-merindui… .)

Oleh itu, para muslimin dan muslimat yang dihormati, jika perkenalan kita sudah berubah menjadi simpati segeralah disusuli dengan pernikahan jika mahu proses persahabatan berlanjutan. Inilah persahabatan yang ideal. Manakala persahabatan di luar akad pernikahan bukanlah persahabatan ala sahabat (Rasullulah SAW).

Sebagaimana yang terjadi antara Ali dan Fatimah. Setelah pernikahan antara Ali dan Fatimah, maka Fatimah pun berterus terang kepada Ali. “Wahai Ali, sebelum aku bernikah dengan engkau di kota Mekah ini, ada seorang pemuda yang menjadi idola di hatiku. Aku sangat inginkan kelak ia menjadi suamiku. Tapi semua itu aku simpan di dalam hatiku.” Kata Fatimah. “Kalau begitu engkau menyesal menikahi aku?” tanya Ali. “Tidak kerana pemuda itu adalah engkau.” Jawab Fatimah.

Oleh itu, di dalam Islam kita dibenarkan menilai dan menyukai pemuda yang soleh namun ia tidak diluahkan dan memadai disimpan di dalam hati. Sesungguhnya cinta itu boleh “menghinggapi sesiapa sahaja” termasuk orang yang beriman atau para pendakwah. Apabila batas-batas pergaulan dan percampuran antara lelaki dan perempuan dilanggar, proses persahabatan sebegini akan terus bergulir dan tak mungkin dihindari. Oleh itu tidak mustahil jika para pendakwah lelaki dan perempuan juga turut terjebak untuk saling rindu-merindui… .

Sudah terlanjur digosipkan… ..

Pengendalian diri ketika percampuran antara lelaki dan perempuan adalah sesuatu yang abstrak. Kita tidak mampu mengukurnya. Hanya Allah sahaja yang Maha Mengetahui. Adakalanya, kita berjauhan dari segi fizikal tetapi hati “berdegup” hebat. Ada juga yang fizikalnya berdekatan tetapi hatinya biasa sahaja. Namun ini bukan bermakna kita dibolehkan untuk bergaul bebas.

Bagaimana pula jika sudah terlanjur digosipkan, daripada fitnah, baik nikah sahaja. Inilah salah satu kesilapan besar. Ia bukanlah keputusan bijak. Tindakan yang diambil dengan menikahi rakan tersebut akan membenarkan sangkaan dan tohmahan orang selama ini. Tindakan sewajarnya yang mesti diambil adalah segera hentikan hubungan tersebut. Jauhilah fitnah dengan mengendalikan hati, namun ketika hati tak terkendalikan jagalah jarak fizikal. Hindarilah perkara-perkara yang mengundang fitnah seperti memberikan hadiah, sering berdua-duaan, sering telefon dan seumpamanya.

(zaman teknologi kini, melalui SMS)

Jangan Terperangkap

Hati manusia memang mudah berubah. Pagi kata benci petang pula kata rindu. Sesungguhnya hati merupakan benjana yang paling penting. Ia merupakan kunci segala-galanya. Hati mestilah dikendalikan dengan ssebaik-baiknya. Manakala pandangan pula titik langkah awal yang amat perlu diawasi kerana dari ‘mata jatuh ke hati’.

Sebagaimana yang berlaku pada Ibnu Abbas, ketika menunaikan haji tergoda melihat seorang wanita, maka spontan Nabi SAW menegur dan memalingkan pandangannya dari wanita tersebut. Lalu bersabda: “Jangan kau ikuti pandangan itu dengan pandangan yang lain.” Ketika inilah peranan iman yang kuat serta aktiviti “tazkiyatun nafs” (penyuciaan jiwa) perlu dimainkan. Di saat iman sedang merudum, sebaik-baiknya, minimakanlah aktiviti yang melibatkan lawan jenis. Walaupun dalam aktiviti keislaman, yang perlu dijaga adalah diri dan keimanan bukan sekadar jarak sehingga tidak berkomunikasi. Ingatlah, jangan sekali-kali ketika mengibarkan bendera kegiatan Islam dalam masa yang sama menjatuhkan Islam.

Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui kelemahan insan. Lalu Dia telah mengingatkan orang-orang yang beriman serta umat Islam seluruhnya agar menjaga pandangan dengan firman Nya:

“Katakanlah kepada orang-orang beriman lelaki, supaya mereka menundukkan pandangan dan menjaga kehormatannya. Itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang mereka usahakan. Katakanlah kepada orang-orang beriman perempuan, supaya mereka menundukkan pandangan dan menjaga kehormatannya dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasannya kecuali apa yang biasa lahir daripadanya… .”

(QS. An-Nuur: 31-32)

Mencegah itu lebih baik daripada mengubati. Jagalah batas-batas pergaulan agar tidak terlanjur memendam rasa. Berusahalah membataskan komunikasi dengan urusan-urusan yang penting, jangan sekali mencari alasan dan agenda untuk bertemu. Jangan sekali membuat agenda baru agar dapat berinteraksi kembali. Sesungguhnya jika ini tidak dapat dikawal ia merupakan permulaan tidak berdisiplinnya kita dalam mengamalkan Islam.

Wallahualam.

 

Posted in Tulisan q | Leave a Comment »

Antara Cinta dan Selingkuh

Posted by novysweeety on February 21, 2008

Cinta memang buta, makanya kita di kasih akal untuk berfikir…hanya terkadang kita lebih mendewakan nafsu…Mumpung ada romansa berbeda, kenapa g dicoba….???
Di sini lah menjadi salah, kita memperturutkan nafsu jau dari kita memakai logika dan akal sehat…Sebenarnya bukan karena cinta itu buta, tapi karena kita telah mendikte diri bahwa … apakah itu istri atau suami orang, pacar seseorang….hajar ajah…aku enggak perduli !!
Yang penting I’m Happy…

Sebenarnya juga bukan karena cinta itu buta, kalo dah datang bikin lupa, tapi karena memang dari diri kita sendiri yang mencari pembenaran dan membuatnya menjadi lupa. yaaa… semuanya balik lagi… karena terlalu memperturutkan nafsu keinginan diri sendiri….

Bagi yang berniat selingkuh….

Coba deh lebih pertajam rasa Empati mu…

Posted in Tulisan q | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.